ARTIKEL

Perhatikan Hal Ini Jika Anda Ingin Meraih Cita-Cita Yang Tinggi

Oleh : Admin

Setiap orang tentu ingin menjadi seorang yang bermanfaat. Cita-cita ini merupakan hal mulia, menjadi bermanfaat untuk keluarga dan lingkungan sekitar. Tentu tidaklah mudah. Butuh perjuangan untuk mewujudkannya. Bahkan tidak jarang, perlu melalui jalan berliku panjang untuk mencapai apa yang menjadi impian.

Dalam proses yang berliku ini terkadang mulai terlihat sedikit pecahan-pecahan kesuksesan. Ada satu dua hal yang menjadi target mulai tercapai. Ketika sukses kecil ini terkadang apa yang ada dalam hati kita mulai berubah. Dari niat atau sikap, mulai menyimpang dari awal memulai perjuangan untuk perubahan.

Ibarat sebuah lilin dia baru menyala dan berpikir dia adalah sebuah sinar yang paling terang. Lilin tersebut merasa bahwa dialah yang terhebat. Dengan nyala kecil tersebut dia mulai menyombongkan dirinya. Padahal cepat atau lambat api yang ada pada dirinya, melelehkan dan mematikan.

Nyala apinya yang kecil, lilin yang sedang tidak sadar ini dapat membuat benda lain disekitarnya ikut terbakar. Tentu saja bukan hanya mempercepat kehancuran dirinya namun juga menghancurkan lingkungan sekitar.

Ada beberapa penghambat dalam meraih kesuksesan yang lebih dan ini dapat menghancurkan tercapainya cita-cita dimasa yang akan datang.

  1. Merasa menjadi yang paling hebat.

Dalam hal ini seseorang merasa sudah menjadi paling kaya, paling pintar dan menguasai segalanya. Hal ini menimbulkan kesombongan. Dia merasa demikian sehingga memandang rendah orang yang ada di lingkungan sekitar.

  1. Terlalu dini menetapkan standar kehidupan.

Seseorang ini sebenarnya masih dapat mendapatkan hal yang lebih tinggi lagi, namun dia merasa pencapaiannya sekarang adalah hasil terbaiknya. Kepuasan hidup sudah ditangan. Akhirnya standar yang dicapai ini membuatnya ingin selalu pamer atas apa yang sudah dicapainya. Dia menginginkan pengakuan dari lingkungan sekitar bahwa dia sudah mendapatkan segalanya.

Hal yang berbeda ketika belajar dari matahari. Matahari selalu bersinar setiap waktu, tanpa henti. Dia tidak peduli apa pun kata orang. Tidak peduli berapa pun manfaat yang sudah dia beri kepada alam, dia tetap selalu memancarkan sinarnya. Meski merupakan sumber kehidupan di bumi, dia tidak pernah menyombongkan diri. Dia akan terus menyinari hingga akhir waktu nanti.

Hal yang perlu diingat ketika dalam perjalanan menuju kesuksesan adalah memperbaiki niat yang kita miliki. Karena kadang ada godaan untuk merubah niat dan ini seringkali meracuni. Apalagi dengan niat yang baik dan mulia, jika mungkin besarkan niat sehingga bisa lebih bermanfaat.

Dalam perjalanan menuju sebuah kesuksesan besar pasti ada kepingan kecil di jalan. Kesuksesan ini perlu disyukuri namun harus tetap menjadi pribadi yang baik hati. Jangan sampai kesuksesan kecil ini menjadikan kesombongan atau sebuah standar dini, padahal sebenarnya bisa mencapai standar yang lebih tinggi.

Menjadi seperti matahari bukanlah sebuah hal yang mudah, membutuhkan perjuangan ekstra untuk memberi manfaat tanpa henti. Jika Anda ingin menjadi matahari semoga ada kemudahan dalam meraih mimpi.

By Admin